Sekolah

Koperasi yang Anggotanya Minimal 5 Koperasi Primer Adalah Koperasi Apa?

×

Koperasi yang Anggotanya Minimal 5 Koperasi Primer Adalah Koperasi Apa?

Sebarkan artikel ini
Koperasi yang Anggotanya Minimal 5 Koperasi Primer Adalah Koperasi Apa?

Koperasi yang anggotanya minimal terdiri dari 5 koperasi primer disebut koperasi sekunder atau koperasi federasi. Koperasi sekunder secara hukum di Indonesia didefinisikan menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian yang bertujuan sebagai wadah kerjasama yang membantu mengkoordinasikan, mengintegrasikan, serta melindungi kepentingan ekonomi anggota-anggotanya dalam meningkatkan kapasitas dan daya saing.

Pembahasan

Koperasi sekunder atau koperasi federasi merupakan suatu pilihan organisasi ekonomi yang ada dalam perkoperasian yang berfokus pada koordinasi dan integrasi antar koperasi primer. Koperasi sekunder ditemukan dalam berbagai sektor, termasuk pertanian, keuangan, dan produksi. Menurut pasal 32 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1992, koperasi sekunder bertujuan untuk mengkoordinasikan dan melindungi kepentingan ekonomi anggota-anggotanya.

Komponen-komponen utama struktur koperasi sekunder adalah kelompok koperasi primer yang menjadi anggotanya dan pengurus atau manajemen yang ditunjuk oleh dan bertanggung jawab kepada anggota. Fungsi utama koperasi sekunder adalah untuk mengefisiensikan operasi anggotanya, meningkatkan akses ke pasar dan sumber daya, dan menyediakan layanan pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas anggotanya.

Being an understanding of how a secondary cooperative is structured, managed, and operated, it can contribute to the effective promotion, development, and success of cooperatives in a country, aligning with the national economic development objectives.

Sumber-sumber: “Himpunan Peraturan Tentang Perkoperasian: Undang-Undang No. 25 Tahun 1992, Keputusan Presiden No. 41 Tahun 2001, Peraturan Pemerintah No. 9/2005, Keputusan Menteri Koperasi dan UKM No. 81/BW/2005” (2006); “The Role of Cooperatives in Achieving the Sustainable Development Goals,” The United Nations (2018); “The Relevance and Role of Cooperatives in the BAPA+40 process,” International Cooperative Alliance (2019).