Scroll untuk baca artikel
Pengetahuan

Kritik Intern Terhadap Sumber Sejarah Dilakukan untuk Menguji Apa?

×

Kritik Intern Terhadap Sumber Sejarah Dilakukan untuk Menguji Apa?

Sebarkan artikel ini
Kritik Intern Terhadap Sumber Sejarah Dilakukan untuk Menguji Apa?

Kritik intern terhadap sumber sejarah dilakukan untuk menguji keaslian, kredibilitas, serta relevansi sumber secara independen dari konteks eksternal. Kritik intern memastikan bahwa alat bukti yang digunakan dalam studi sejarah dapat dipercaya dan valid. Ini mencakup evaluasi terhadap asal-usul sumber, penulis, tujuan pembuatan, konsistensi narasi dan akurasi fakta.

Pembahasan

Para sejarawan sering kali harus menavigasi jalinan kompleks sumber-sumber yang mengklaim menggambarkan peristiwa masa lalu. Kritik intern menjadi metode bilik pandang penting dalam tanember interpretasi historiografi yang solid dan tepercaya.

Tugas pertama dalam kritik intern adalah evaluasi keaslian sumber—apakah dokumen atau objek memang berasal dari masa yang diclaimnya? Sebuah dokumen yang memfasilitasi keabsahan ini biasanya dipertimbangkan asli.

Metode kedua kritik intern menguji kredibilitas sumber—itulah, sejauh mana sumber dapat diandalkan dalam memberikan informasi yang akurat dan tidak bias. Sejarawan harus mempertimbangkan identitas penulis, tujuan mereka dalam menciptakan sumber, dan konteks historis di mana sumber itu dibuat.

Kritik intern juga mencakup evaluasi terhadap relevansi sumber—yakni, sejauh mana informasi yang disampaikan sumber penting bagi penelitian atau pertanyaan yang sedang ditangani. Hal ini melibatkan analisis tekstual yang cermat untuk memahami tema utama dan argumen dalam sumber.

Namun, penting untuk dicatat bahwa kritik intern hanyalah salah satu bagian dari evaluasi sumber sejarah, dan haru ditopang dengan kritik eksternal untuk memberikan gambaran yang lebih holistik dan mendalam mengenai nilai sebuah sumber. Kritik internal dan eksternal, ketika digunakan bersama, memungkinkan sejarawan untuk mendekati kebenaran historis dengan cara yang seobjektif dan kritis mungkin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *